“Perkantoran tetap berjalan, kita akan lakukan sterilisasi secepatnya di tempatnya bertugas,” bener Herman HN.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung Edwin Rusli, mengatakan bahwa informasi yang masuk kepadanya ASN tersebut memeriksakan dirinya sendiri ke salah satu rumah sakit dan sedang menjalani isolasi di sana.
“Jadi kita baru akan melihat kondisinya di rumah sakit benar atau tidak isu kalau yang bersangkutan positif Covid-19,” paparnya.
Namun, langkah-langkah antisipasi juga segera dilakukan seperti melakukan tracing kepada orang terdekat serta penyemprotan disinfektan di lingkungan kantor tempat ASN itu bekerja.
“Kita mulai tracing besok dengan menyiapkan alat rapid test 200 unit, untuk masalah perkantoran di Dinas yang bersangkutan bekerja dihentikan sementara atau tidak itu kebijakan Wali Kota Bandarlampung,” pungkasnya. (SA)











