LampungPeristiwaTulang Bawang

Lego Jangkar Karena Cuaca Buruk, Nelayan Terjatuh dari Kapal Hilang di Perairan Lampung

45
×

Lego Jangkar Karena Cuaca Buruk, Nelayan Terjatuh dari Kapal Hilang di Perairan Lampung

Sebarkan artikel ini

5W1HIndonesia, Tulang Bawang – Seorang nelayan Kapal Motor (KM) Safari diduga terjatuh dari kapal dan hilang di Perairan Kuala Seputih, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.

Kejadian itu berawal pada Minggu (8/11) saat KM Safari bertolak dari Pelabuhan Muara Angke, Jakarta untuk mencari hasil laut. Pada Sabtu (26/12) dikarenakan cuaca buruk, nahkoda memutuskan untuk berteduh di Perairan Kuala Seputih, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.

Kemudian KM Safari lego jangkar sekitar perairan tersebut pada pukul 14.00 WIB, ketika malam hari sekitar pukul 20.00 WIB korban turun dari buritan atas kapal untuk makan malam. Namun tidak lama setelah korban turun terdengar oleh saksi suara sesuatu jatuh ke laut dan teriakan minta tolong.

Baca Juga  Muswil PII Lampung 2021, Gubernur Arinal Djunaidi Ajak Para Insinyur Berkontribusi dalam Pembangunan Lampung

Saksi langsung menuju sumber suara, dan saat tiba melihat korban sedang terapung-apung. Lalu saksi langsung mengambil alat bantu apung dan melemparkannya akan tetapi korban tidak dapat meraihnya dikarenakan kondisi gelap disertai hujan deras dan arus kencang disekitar lokasi, korban pun dinyatakan hilang.

Diketahui korban atas nama Acep (20) berjenis kelamin laki-laki yang merupakan warga Kandang Haur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Baca Juga  Hendak Salat Jemaah, Pengurus Masjid Kaget Kotak Amal Digasak Pencuri

Kemudian Tim Basarnas Lampung mengirimkan 1 Tim Rescue Personel Unit Siaga SAR Tulang Bawang untuk bergabung bersama Tim SAR Gabungan pada Minggu (27/12) dan langsung melakukan pencarian tetapi hasil masih nihil.

Pada Senin (28/12/2020) ini, Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian dengan membagi menjadi 3 tim menuju arah Timur dari Perairan Kuala Seputih.

Tim I melakukan pencarian dengan menggunakan Rubber Boat Basarnas, Tim II melakukan pencarian dengan menggunakan Speed Lidah, Tim III melakukan pencarian dengan menggunakan Perahu Nelayan.

Baca Juga  Gubernur Arinal Djunaidi Buka MTQ ke-48 Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2021

Kepala Unit Siaga SAR Tulang Bawang, Santosa, mewakili Kepala Basarnas Lampung, Jumaril, menyatakan bahwa pencarian hari ini dilakukan hingga pukul 17.00 WIB namun belum ada tanda-tanda ditemukannya korban.

“Pencarian terhadap atas nama Acep di Perairan Kuala Seputih hari ini masih nihil dan pencarian hingga radius 8-10 kilometer,” ujar Santosa.

Pencarian hari ini dihentikan sementara dan akan dilanjutkan esok hari Selasa (29/12) pukul 06.00 WIB. (FO/SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *