5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung – Jembatan yang menghubungkan antara Pulau Pasaran dan Cungkeng, Kota Karang, Telukbetung Barat, Bandar Lampung nyaris putus.
Berdasarkan pantauan, terlihat tumpukan kayu yang berada pada posisi tengah jembatan.
Kayu tersebut sengaja ditumpuk sedemikian rupa untuk menutupi retakan pada jembatan tersebut.
Ketika kendaraan roda dua ataupun becak motor (Bentor) melintas getaran di jembatan tersebut semakin terasa.
Kuat dugaan hal tersebut dampak dari retakan yang terjadi pada jembatan yang dibangun pada era Gubernur Sjahroedin SZP tahun 2013 silam.
Warga Pulau Pasaran, Adit mengaku khawatir akan kondisi jembatan penghubung satu-satunya itu.
Terlebih saat ini cuaca yang masuk dalam kategori ekstrem hujan dengan disertai angin kecang.
“Takutnya putus tiba-tiba, kita kan enggak pernah tahu kapan musibah itu terjadi. Jadi untuk sementara warga inisiatif tutup pakai kayu supaya aktifitas masih bisa berjalan,” paparnya.
Ia pun mengatakan, kondisi retaknya jembatan penghubung tersebut sudah terlihat sejak dua bulan lalu. Namun, kondisi parah dan hampir putus baru terlihat dua minggu ini.
“Sudah lama, cuman baru terlihat hampir putus itu, ya baru dua minggu ini,” pungkasnya. (CR/SA)











