Pada pelaksanaannya nanti, Pemkot Bandarlampung akan menempatkan dua orang petugas kesehatan dari puskesmas setempat untuk melakukan rapid test tersebut dan menyediakan empat mobil ambulan.
“Kita harapkan warga Bandarlampung dapat merespon ini dengan baik dan dapat dengan kesadarannya sendiri untuk melakukan tes cepat secara gratis ini,” ucapannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung Edwin Rusli mengatakan bahwa pelaksanaan tes cepat secara massal tersebut akan dilakukan secara bersamaan di empat lokasi tersebut.
“Jadi dilakukan satu hari saja dan jam mulainya pun bersamaan, dimulai Pukul 09.00 WIB hingga selesai,” jelasnya.
Menurutnya, apabila nanti ada warga yang hasil rapid test-nya reaktif maka petugas akan menyarankan orang tersebut untuk melakukan karantina atau isolasi mandiri selama 10 hari kedepan sesuai dengan pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19 revisi ke-5 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI.
“Dalam masa karantina nanti orang tersebut akan diawasi oleh petugas. Jika keadaanya memburuk tentunya akan dilakukan tes usap (swab) guna memastikan yang bersangkutan terinfeksi Covid-19 atau tidak,” tandasnya. (SA)











