oleh

Duh, Jumlah Pengguna Angkutan Bus Turun 40 Persen Jelang Nataru

5W1H, Bandar Lampung – Jumlah penumpang dan bus pada arus mudik Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Terminal Rajabasa, Bandar Lampung mengalami penurunan sebanyak 40 persen.

Hal tersebut diungkapkan Denny Wijdan, Kepala Terminal Tipe A Rajabasa, Bandar Lampung saat dijumpai, Selasa (24/12/2019).

“Ya secara keseluruhan baik itu jumlah penumpang maupun bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) mengalami penurunan sebanyak 40 persen,” paparnya.

Menurutnya, puncak arus mudik tahun ini jika dibandingkan data di hari yang sama yaitu puncaknya pada tanggal 23 Desember di tahun 2018 lalu.

“Namun untuk tahun ini puncaknya terjadi di tanggal 22 Desember,” terangnya.

Ia menjelaskan bahwa pihak pengelola Terminal Rajabasa sudah melakukan pendataan baik penumpang dan bus.

“Dan memang cenderung menurun dibandingkan dengan tahun lalu,” akunya.

Bus AKAP yang hilir mudik di Terminal Rajabasa sekitar 100 an kendaraan perhari di tahun-tahun sebelumnya dalam 1 x 24 jam.

Baca Juga  Putus Rantai Penyebaran Covid-19, Pemkot Akan Dirikan Posko Pemeriksaan di Wilayah Perbatasan

Namun untuk tahun ini jumlahnya mengalami penurunan yang signifikan yaitu rata-rata perhari 40 kendaraan.

“Dan yang pasti mobil yang dari arah Sumatera menuju Jawa sudah sulit untuk masuk terminal karena aksesnya untuk saat ini sedang ditutup,” katanya.

Tujuan bus AKAP yang masuk ke terminal yang menuju ke Sumatera ini kebanyakan dari pulau Jawa seperti Bandung, Jakarta, Jawa Tengah.

“Alasannya, karena memang jalannya lebih mudah untuk masuk sementara kalau dari Sumatera ke Jawa itu kendalanya akses,” ucapnya.

Denny menerangkan ada beberapa hal yang memengaruhi penerunan tersebut yaitu salah satunya infrastruktur tol yang sudah mulai berfungsi dari Bakauheni menuju Palembang, Sumatera Selatan.

Kemudian, terkait akses terminal yang memang dalam hal ini pemerintah kota (Pemkot) sedang melakukan pembangunan flyover.

Baca Juga  Memasuki Liburan Lebaran, Dishub Siap Turunkan 150 Personel

“Jadi akses yang dijadikan jalan keluar dan masuk bus sudah tertutup dengan aktivitas pembangunan flyover,” paparnya.

Lalu, jarak antara pintu tol dengan terminal yang terlampau jauh sehingga banyak bus tidak singgah di terminal.

Sebab, Terminal Rajabasa memang bukan terminal destinasi ataupun asal tujuan melainkan hanya terminal transit.

“Jadi itulah beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan penumpang di Terminal Rajabasa,” terangnya.

Pada saat yang bersamaan, Lanjut Denny mengatakan bahwa hari ini staf ahli menteri perhubungan (Menhub) melakukan kunjungan ke terminal Rajabasa untuk melakukan monitoring.

“Dan juga sudah kita laporkan. Jadi sekarang ini pola pergerakan masyarakat menggunakan moda transportasi darat khususnya bus mengalami penurunan karena cenderung meningkat di kendaraan pribadi,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa untuk pengamanan bagi penumpang seperti tahun-tahun sebelumnya mendirikan posko. Dimana, posko dibagi dua yaitu ada posko pemantauan dan posko pelayan.

Baca Juga  Tak Gunakan Tapping Box Maksimal, Pemkot Bandar Lampung Tutup Sementara Tujuh Gerai Bakso

Posko pelayanan itu merupakan gabungan antara kepolisian, dinas kesehatan provinsi serta unsur FORKOPIMDA yang lain termasuk aparat TNI dan Pramuka.

“Posko kita dirikan mulai tanggal 19 Desember 2019 dan berakhir sampai 6 Januari 2020 dan itu kalau prediksi memang sesuai dan untuk arus balik kita prediksi di tanggal 1 Januari atau bisa berubah di tanggal 5 Januari,” jelasnya.

Karena mengingat libur anak sekolah itu sampai tanggal 6 Januari 2020. Namun dinamika terus berubah karena yang jelas saat ini tren penurunan kebanyakan di angkutan darat.

“Dan untuk peningkatan kenaikan penumpang di kereta api. Jadi banyak masyarakat lebih banyak memilih kereta api,” pungkasnya. (SA)

(Visited 25 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed